Jenis-Jenis Protokol Jaringan Komputer dan Fungsinya

Jenis-Jenis Protokol Jaringan Komputer dan Fungsinya

MACAM-MACAM JARINGAN KOMPUTER BESERTA PENJELASANNYA


OtakAtik - Sebuah komputer hanya dapat terhubung dengan dunia maya tentu berkat bantuan jaringan internet. Jaringan internet sendiri mempunyai banyak jenis dan berbagai macam fungsi, guna untuk memudahkan penggunanya dalam mengakses internet. Namun banyak yang tidak tahu bahwa jaringan khususnya protokol yang digunakan untuk menghubungkan pengguna ke internet ada berbagai jenis. Protokol-protokol ini digunakan untuk menandai, mengatur arah, tujuan dan lain sebagainya dalam jaringan yang akan kita bangun nanti.

Dalam dunia jaringan dan internet, protokol sendiri diartikan sebagai sebuah aturan atau standar yang mengatur dan mengijinkan terjadinya hubungan komunikasi dan perpindahan data dari satu  ke dua atau lebih komputer. Protokol ini pun dapat diterapkan pada perangkat keras dan perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya.

Tanpa disadari, protokol internet ini ada berbagai macam jenisnya dan tentu berbeda-beda pula fungsinya. Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis protokol tersebut.

21 Jenis Protokol Jaringan Komputer dan Fungsinya


1. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet untuk proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain dalam jaringan internet. Protokol ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan komponen lain, dikarenakan TCP/IP sendiri hanya berfungsi sebagai pembungkus protokol (protocol suite).

2. UDP (User Datagram Protocol)

UDP merupakan salah satu protokol yang berada pada lapisan TCP/IP, dan dapat mendukung komunikasi yang tidak andal (unrealiable). Tidak andal yang dimaksud disini adalah tanpa koneksi. Jadi, protokol UDP memiliki kemampuan untuk menghubungkan komputer bahkan tanpa adanya koneksi TCP/IP sekalipun.

3. RTP (Real Time Protocol)

RTP adalah salah satu protokol jaringan yang menyediakan fungsi untuk mengantarkan data secara real time. Seperti misalnya data audio, video, dan lain-lain biasanya data dapat dikirim melalui layanan jaringan multicast atau layanan unicast.

4. FTP (File Transfer Protocol)

FTP adalah jenis protokol yang biasanya digunakan untuk melakukan unggah maupun unduh file. Keamanannya sendiri didasarkan pada username dan password yang dibuat komputer, namun terkadang tidak sedikit juga anonymous diperbolehkan login.

5. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

HTTP merupakan protokol yang sudah tidak asing lagi dan umumnya kerap digunakan untuk melakukan transfer halaman web. Namun sebelum adanya teknologi HTTP ini, para webmaster tempo lalu rupanya menggunakan protokol Gopher. Tapi sayangnya, protokol Gopher hanya mendukung text saja, sehingga dinilai tidak efektif untuk melakukan transfer dan download halaman website.

6. HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure)

HTTPS merupakan protokol yang sama dengan HTTP, hanya saja berbeda pada tingkat keamanannya. Pasalnya, HTTPS lebih aman ketimbang HTTP. Protokol komunikasi ini adalah bagian dari WWW (World Wide Web) dan ditemukan oleh Netscape Comumunications Corporation yang menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi untuk penggunaan dalam komersi elektris. Dalam pembentukannya, HTTPS menggunakan berbagai macam teknologi komunikasi seperti plain text, dan SSL (Security Socket Layer). Kedua teknologi tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers dan man in the middle attacks.

7. SSH (Secure Shell)

SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan penggunanya melakukan pertukaran data secara aman antara dua komputer atau lebih. SSH umumnya secara fungsinya digunakan untuk mengendalikan informasi dari jarak jauh seperti menerima dan mengirim file. Penggunaan protokol ini juga harus menggunakan Tunnel yang terenskripsi.

8. SSL (Secure Socket Layer)

SSL merupakan salah satu protokol yang paling banyak digunakan, terlebih untuk meningkatkan keamanan website dan protokol ini juga digadang-gadang memiliki kemampuan enkripsi tingkat tinggi. Tidak hanya mampu mengamankan website saja, SSL rupanya serta dapat memberikan pengamanan lebih untuk aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end.

9. TELNET (Telecommunication Network)

TELNET adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.

10. DNS (Domain Name System)

DNS merupakan protokol jaringan dan biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke jaringan internet, misalnya seperti peramban internet, email, dan aplikasi lainnya. DNS ini juga dapat membantu  memetakan hostname dari sebuah komputer ke IP address.

11. PPP (Point-to-Point Protocol)

PPP adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.

12. POP3 (Post Office Protocol)

POP3 adalah kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang digunakan untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.

13. SLIP (Serial Line Internet Protocol)

SLIP adalah sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.

14. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

SMTP adalah suatu  protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik atau email di Internet. Protokol ini gunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.

15.ICMP (Internet Control Message Protocol )

ICMP adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP, dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.

16. IMAP (Internet Message Access Protocol)

IMAP adalah protokol standar untuk mengakses atau mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil atau download semua pesan yang ada tanpa kecuali.

17. LDAP (Lightweight Directory Access Protocol)

LDAP  adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara, organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.

18. DHCP  (Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP adalah protokol yang berbasis arsitektur client atau server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

19. TFTP  (Trivial File Transfer Protocol)

TFTP merupakan sebuah protokol sederhana untuk transfer file antar komputer yang sama maupun berbeda jaringan. TFTP dirancang khusus dengan ukuran kecil dan diimplementasikan. Oleh sebab itu TFTP mempunyai lebih banyak kekurangan dibandingkan dengan protokol FTP biasa. Tugas yang dikerjakan oleh TFTP adalah membaca dan menulis file atau mail dari atau ke komputer server. 

20. ARP  (Address Resolution Protocol) 

 ARP adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address). ARP adalah protocol yang berfungsi memetakan ip address menjadi MAC address. Dia adalah penghubung antara datalink layer dan ip layer pada TCP/IP. Semua komunikasi yang berbasis ethernet menggunakan protocol ARP ini. Intinya setiap komputer atau device yang akan berkomunikasi pasti akan melakukan transaksi atau tukar menukar informasi terkait antara IP dan MAC address. Setiap transaksi akan disimpan di dalam cache OS Anda. Bisa dilihat menggunakan perintah ARP (baik di Windows atau Linux).

Namun protocol ini punya kelemahan serius, karena setiap komputer bisa saja memberikan paket transaksi ARP yang dimanipulasi. Dengan merubah MAC address yang sesungguhnya. Kelemahan ini dimanfaatkan untuk jenis serangan ARP Poisoning atau ARP Spoofing atau Man In The Middle Attack. Siapa pun dapat menyadap bahkan meng-kill koneksi aktif pada LAN!

21. BOOTP (Bootstrap Transfer File)

BOOTP  adalah sebuah protocol yang dapat membuat sebuah mesin tanpa disk atau diskless dapat mengetahui IP addressnya sendiri, addres dari host server, dan nama file untuk diisikan pada memori dan dieksesusi. Operasi bootstrap bias dibilang memiliki 2 fase yaitu fase ‘penentuan alamat dan seleksi bootfile’ dan fase transfer file. File transfer secara garis besar menggunakan protocol TFTP, karena protocol ini ingin kedua fase tersebut ada pada PROmM pada client. Namun BOOTP juga dapat bekerja dengan protocol lain seperti SFTP atau FTP.

Itulah, 21 Jenis Protokol Jaringan Komputer dan Fungsinya yang sudah Admin rangkum dari berbagai sumber. Apabila Anda mau menambahkan atau menjelaskan lagi dari poin yang sudah dibahas, silahkan tinggalkan komentar. 

SEKIAN & TERIMA KASIH

Source : Berbagai Referensi dari Internet

0 Response to "Jenis-Jenis Protokol Jaringan Komputer dan Fungsinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel